banner image Assalamualaikum...Wr, Wb... Selamat datang di Website rickiaprialdi.com Media Berbagi Informasi... Admin sangat berharap dukungan dari Bapak/Ibu guru, siswa dan siswi sekalian dengan cara mengklik tombol IKUTI pada kolom pengikut dan jangan lupa Like, Comment and Subscribe di setiap vidio pembelajaran pada Channel Youtube Ricki Aprialdi semoga bisa selalu memberikan manfaat kepada banyak orang

Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan

Lihat Penjelasan Vidio Berikut ini 

A. PERILAKU, MOTIF DAN PRINSIP EKONOMI

1. Perilaku Ekonomi 

    Manusia melakukan berbagai perilaku ekonomi dalam upaya bertahan hidupKebutuhan manusia memiliki sifat yang tidak terbatas karena manusia cenderung tidak pernah merasa puas dan selalu merasa kekurangan sementara sumber daya yang dimilikinya terbatas. Dengan keterbatasan sumber daya yang dimiliki tersebut, manusia berusaha mengatasi masalah itu dengan melakukan perilaku ekonomi. Perilaku ekonomi tidak akan pernah lepas dari kehidupan kita sehari-hari mulai dari hal kecil hingga besar. Manusia melakukan berbagai perilaku ekonomi dalam upaya untuk bertahan hidup. Setiap individu memiliki kebutuhan masing-masing. Dalam sebuah keluarga menerapkan perilaku ekonomi pada anak-anak sejak dini agar kelak mampu menjalankan kehidupan ekonomi di masa datang. Seorang ibu dalam sebuah keluarga melakukan perilaku ekonomi dengan mengatur penghasilan keluarganya. Ketika mendapatkan uang bulanan, ibu pasti akan membagi berbagai kebutuhan keluarga untuk satu bulan ke depan dengan melakukan pengaturan belanja makanan yang dikonsumsi oleh keluarga secara rutin. 

2. Motif Ekonomi

    Segala sesuatu itu tergantung dari niatnya artinya bahwa segala kegiatan yang kita lakukan harus dibarengi dengan niat kita. Setiap orang pasti memiliki alasan tertentu ketika melakukan suatu kegiatan misalnya saja seseorang bekerja dengan niat untuk mendapatkan uang dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Motif merupakan alasan atau niat dari suatu kegiatan. Semua yang dilakukan manusia pasti ada dorongan atau alasan tertentu. Dengan demikian, motif ekonomi adalah sebuah alasan tertentu yang mendasari seseorang dalam melakukan aktivitas perekonomian baik lingkup kecil maupun lingkup besar. Seseorang melakukan aktivitas ekonomi dengan menggunakan fikiran dan akal sehatnya ketika dianggap memungkinkan maka ia akan melakukannya tapi kalau tidak memungkinkan maka ia akan mengurungkan niatnya tersebut. Berdasarkan alasan inilah, motif ekonomi terbagi menjadi dua, yaitu: Motif Ekonomi Instrinsik dan Motif Ekonomi Ekstrinsik

a. Motif ekomomi instrinsik adalah sebuah alasan yang berasal dari dalam diri manusia itu sendiri dengan tanpa paksaan atau pengaruh dari pihak lain. Orang itu sendiri yang menentukan perilaku ekonomi seperti menjual barang yang ia miliki dan lain sebagainya. Akan tetapi motif ini masih tergantung pada mood yang dimiliki oleh individu tersebut bila moodnya baik maka kegiatan ekonomi akan mudah terlaksana dan ketika moodnya kurang bagus maka ia tidak akan melakukan aktivitas ekonominya. 

b. Motif Ekonomi Ekstrinsik adalah motif yang terpengaruh oleh situasi di luar individu seperti ajakan dari orang lain untuk berbisnis, situasi dan kondisi lingkungan sekitar dan lain sebagainya. Motif ini terjadi karena stimulus yang diberikan oleh pihak luar seperti teman maupun situasi dan kondisi. Misalnya saja seorang bekerja karena tuntutan dari keluarga dan anak untuk membayar keperluan dan kebutuhan sehari-hari, Indonesia menjalin kerjasama dengan negara lain untuk mendapatkan sebuah keuntungan dan keamanan. 

3. Prinsip Ekonomi 

    Prinsip Ekonomi merupakan suatu usaha yang bisa dilakukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal dengan pengorbanan seminimal mungkin. Dalam kegiatan sehari-hari kita tentu saja menerapkan prinsip ekonomi. Jadi, prinsip yang pertama menunjukkan bahwa dalam melakukan pemilihan harus didasarkan pada pemilihan biaya yang paling efisien. Sedangkan yang kedua menunjukkan bahwa pemilihan berdasarkan pada aspek produktivitas. Efisiensi dan produktivitas memang merupakan dua istilah yang melekat dan menjiwai kegiatan ekonomi. 


B. PRODUKSI, DISTRIBUSI DAN KONSUMSI


1. Produksi 

    Produksi merupakan kegiatan yang ditujukan untuk menghasilkan barang dan jasa. Dalam pengertian yang lebih luas, produksi didefinisikan sebagai setiap perilaku yang ditujukan untuk menciptakan atau menambah “nilai guna” suatu barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dengan demikian, tidak semua kegiatan atau proses produksi merupakan perubahan bentuk suatu barang. Dalam proses produksi untuk menambah nilai guna suatu barang dapat ditempuh melalui: 
👉mengubah suatu bentuk barang menjadi barang baru
👉memindahkan suatu barang dari suatu tempat ke tempat lain
👉mengatur waktu penggunaan suatu barang
👉menciptakan suatu jasa. 

Barang dan jasa yang dapat dihasilkan dalam proses produksi memilki keterbatasan sumber daya yang berupa: sumber daya alam (land), tenaga kerja (labour), modal (capital) dan kewirausahaan (enterprise) sementara kebutuhan manusia dengan barang dan jasa tidak terbatas. Oleh karena itu, dalam menghasilkan barang dan jasa, produsen mesti mempertimbangkan faktor produksi tersebut di atas, yakni: Sumber daya alam, Modal, Tenaga kerja , Kewirausahaan 

2. Distribusi 

  Distribusi merupakan suatu proses menyalurkan barang dan jasa yang berasal dari produsen sampai pada konsumen. Proses penyaluran barang dan jasa ini meliputi beberapa pihak yang saling mempengaruhi satu sama lain yaitu produsen, perantara (distributor) dan konsumen. Produsen perlu memikirkan saluran yang bagaimana yang akan dipilih untuk menyalurkan barang dan jasanya dengan tepat dan biaya murah.

Lembaga-lembaga distribusi
(a) Grosir 
Merupakan pedagang perantara yang membeli barang dagangan untuk dijual kembali terutama kepada pengusaha lain dan bukan kepada konsumen. Fungsi utamanya adalah mengumpulkan dan menyebarkan. 
(b) Agen
Merupakan pedagang perantara yang tidak membeli dan memiliki barang yang mereka jual. Fungsi utamanya adalah melakukan penjualan bagi produsen. Agen biasanya dibayar dengan komisi berdasarkan volume penjualannya. 
(c) Pedagang eceran
Merupakan perusahaan yang membeli barang-barang dari produsen atau dari grosir kemudian menjualnya kepada konsumen. Lembaga yang berniaga secara eceran antara lain:  
▪ Toserba (Department store) 
Merupakan lembaga pemasaran eceran yang menjual berbagai jenis barang yang dikelompokkan ke dalam departemen-departemen (bagian). 
▪ Pasar swalayan (Supermarket) 
Merupakan toko yang sangat besar terutama menjual bahan pangan dengan harga-harga rendah. Setiap konsumen bekerja atas dasar melayani sendiri dan pembayaran dilakukan secara kontan. 
▪ Toko khusus 
Toko yang strategi pemasarannya dengan menawarkan pilihan yang banyak dari barang-barang yang sejenis. Toko semacam ini banyak dijumpai di pusat-pusat perbelanjaan. Contoh toko khusus antara lain toko perhiasan, toko mainan dan toko sepatu. 

Proses distribusi barang dan jasa yang berasal dari produsen untuk dapat sampai pada konsumen diilustrasikan pada gambar di bawah ini sebagai pelengkap kegiatan belajar Anda dalam topik ini sebagai berikut. 


Gambar Ilustrasi proses distribusi barang/jasa 
Sumber: https://jagad.id/pengertian-distribusi

3. Konsumsi 

    Konsumsi adalah suatu aktivitas pemakaian barang dan jasa baik secara langsung maupun tidak langsung oleh individu atau kolektif individu dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia. Setiap anggota masyarakat tentu mengharapkan kehidupan layak yang sangat ditentukan oleh pemenuhan ketersediaan barang dan jasa dari segi kualitas dan juga kuantitas yang memadai. Kelayakan untuk hidup sangat bergantung pada tiga faktor yaitu pendapatan, ketersediaan barang dan jasa serta harga barang dan jasa tersebut karena bagi masyarakat konsumtif masalah yang saling bertentangan yakni kebutuhan dan penghasilan. Penghasilan yang minim dan terbatas berbanding terbalik dengan kebutuhan yang tidak terbatas.
    Jenis kebutuhan dasar manusia itu mencakup: kebutuhan biologis untuk hidup, kebutuhan yang timbul dari budaya peradaban dan kebudayaan manusia itu sendiri dan kebutuhan lain yang khas menurut masing-masing perorangan. Manusia mengatur hidupnya secara bijaksana dan terencana dengan menyesuaikan antara penghasilan dan kebutuhan serta norma yang berlaku di lingkungan masyarakat. 
  Konsumsi merupakan tindakan pemenuhan kebutuhan dengan menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu barang atau jasa. Setiap orang akan berupaya memaksimalkan nilai guna barang dan jasa yang dikonsumsinya. Syarat yang harus dipenuhi adalah setiap rupiah yang dikeluarkan untuk membeli unit tambahan dari berbagai jenis barang akan memberi nilai batas yang sama besar dengan barang/jasa yang diperolehnya.  

C. KESEJAHTERAAN 

    Ekonomi mempersoalkan usaha manusia untuk meningkatkan kemakmurannya, baik secara perseorangan maupun secara berkelompok (keluarga, bangsa dan masyarakat). Sebagai suatu ilmu, ekonomi tentunya memiliki objek material (apa yang dipelajari) dan objek formal (bagaimana mempelajarinya). Objek material ekonomi meliputi produksi, distribusi, pembagian kerja, pembangunan, sistem moneter dan keuangan, perdagangan dan dunia usaha. Sedangkan objek formal ekonomi meliputi kemakmuran manusia di masa sekarang dan masa depan. Oleh karena itu kesejahteraan juga merupakan objek formal kajian dari ilmu ekonomi ini. 
  Kesejahteraan adalah “hal atau keadaan sejahtera; keamanan, keselamatan, ketenteraman;- jiwa kesehatan jiwa; - sosial keadaan sejahtera masyarakat” https://kbbi.web.id/sejahtera. Sedangkan menurut wikipedia sejahtera menunjuk ke keadaan yang baik, kondisi manusia di mana orang-orangnya dalam keadaan makmur, dalam keadaan sehat dan damai. Dalam istilah ekonomi, sejahtera dihubungkan dengan keuntungan benda. Sementara dalam istilah kesejahteraan sosial merujuk pada keterjangkauan pelayanan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. https://id.wikipedia.org/wiki/Kesejahteraan.
    Pemenuhan kebutuhan hidup merupakan motif yang tidak bisa ditawar lagi. Pasti semua orang melakukan kegiatan ekonomi adalah memenuhi kebutuhan hidupnya dengan tujuan untuk memperoleh sebuah kesejahteraan dalam kelangsungan hidupnya. Pada umumnya kebutuhan manusia ada beberapa macam, baik kebutuhan pokok, sekunder maupun tersier semuanya dipenuhi dengan perencanaan atau sistem yang dimiliki masing-masing individu.         Dalam ekonomi kita tidak pernah bisa lepas dari konsep kesejahteraan (welfare). Bahkan menurut asumsi kaum developmentaris menganggap bahwa tujuan akhir dari pembangunan ekonomi adalah menciptakan kesejahteraan. Salah satu kelebihan dari konsep kesejahteraan adalah karena memiliki prinsip serta mengalami evolusi konsep untuk terus memperbaiki pemahaman karena pada hakikatnya akan selalu ada konsep-konsep yang lebih baik. 
    Aktivitas ekonomi dilakukan karena manusia ingin mencukupi semua kebutuhannya sehingga menjadi sejahtera atau makmur. Ukuran kesejahteraan secara ekonomi bisa disamakan dengan terpenuhinya kebutuhan materiil (fisik). Perilaku ekonomi yang dilakukan secara terus menerus (setiap hari) oleh masyarakat ini akhirnya menjadi suatu aktivitas yang disebut kegiatan ekonomi

Sumber : Modul Bahan Belajar PGSD-IPS 2021















Anda dapat download file Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan 
disini     👉  File PDF


Baca Juga Materi berikut ini 



  MODUL AJAR IPAS SMK

  PROGRAM TAHUNAN DAN SEMESTER IPAS SMK

💢 Semester Ganjil

 1. Makhluk Hidup dan Lingkungannya         

       Klik  👉  VIDIO 

 2. Zat dan Perubahannya        

       Klik  👉  VIDIO 

 3. Usaha, Energi dan Daya 

      Klik 👉   VIDIO  

 4. Pengertian Arus Listrik 

      Klik 👉   VIDIO

 5. Bumi dan Antariksa

💢 Semester Genap

 6. Konektivitas Antar Ruang        

       Klik  👉  VIDIO

 7. Pengaruh Letak Geografis terhadap sosial dan budaya   

       Klik  👉  VIDIO

 8. Interaksi Sosial dan Sosialisasi   

       Klik  👉  VIDIO

 9. Institusi Sosial dan Dinamika Sosial    

       Klik  👉  VIDIO 1 & VIDIO 2

 10. Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan

        Klik  👉  VIDIO

Terima Kasih Atas dukungannya Bapak dan Ibu 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.